Bila engkau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka Menulislah. [Imam Al Ghazali]

Apa Itu Islam Moderat ?

Paham Islam yang Moderat pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan paham Islam-Liberal, Islam-Nusantara, dan paham lain yang mencoba menggandengkan istilah Islam dengan istilah yang asing dengan Islam. Bahkan istilah tersebut bertolak belakang secara diametral dengan Islam. Hakikat dari semua paham ini sesungguhnya  mencoba adalah memalingkan umat Islam dari pemahaman Islam yang sesungguhnya.
Selain untuk memalingkan pada pemahaman Islam yang sesungguhnya, umat juga dihantui dan didikotomikan dengan paham Islam radikal (menurut versi Barat) dan paham Islam-terorisme.  Semua upaya ini memiliki tujuan satu, menjauhkan umat Islam dari hakikat Islam yang akan sesungguhnya, yang akan membawa rahmat lil alamin  dengan penerapan Syari’ah dan Khilafah.
Ide Islam yang Moderat  sesungguhnya bukan pemahaman orisinil dari Islam dan  tidak memiliki historis keilmuan di kalangan fuqaha (ahli fikih). Mereka yang menggagas ide ini hanyalah orang-orang plagiat  yang terpengaruh dengan pemikiran Liberal Barat.
Tahun 1998, Hizbut Tahrir dalam kutayyib (buku kecil) dengan judul “Mafahim Khathirah li Dharbil Islam  wa tarkiizil Hadharatil Gharbiyyah”  (Pemahaman-pemahaman berbahaya untuk memukul Islam, dan menancapkan peradaban Barat), menjelaskan  akar persoalan dan kebatilah ide Islam moderat ini.
Istilah moderat (jalan tengah) adalah istilah asing yang bersumber dari trauma Barat atas agama –Kristen–. Ide ini sebagai jalan tengah konfrontasi berdarah antara kubu gereja dan pemikir (filosof).
Pihak Kristen (gereja) memandang bahwa agama –kristen– layak untuk mengatur seluruh urusan kehidupan, sementara pihak filosof memandang bahwa agama Kristen tidak layak turut campur mengatur urusan kehidupan. Bahkan dengan ekstrim para pemikir/filosof ini meyakini bahwa turut campurnya gereja dalam urusan kehidupan justru sebagai penyebab kehinaan dan ketinggalan Barat. Hanya akal manusialah yang mampu menciptakan peraturan yang layak untuk mengatur segala urusan kehidupan.
Hasil dari pertarungan sengit ini adalah kompromi, moderat, yakni jalan tengah. Artinya mengakui eksistensi agama Kristen untuk mengatur interaksi manusia dengan Tuhan, tetapi agama Kristen (Tuhan) tidak diberi hak untuk turut campur dalam kehidupan.  Pengaturan urusan kehidupan sepenuhnya diserahkan kepada akal manusia.
Atas dasar pemahaman ini Barat kemudian menjadikan ide pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme) sebagai akidah bagi ideologi mereka. Dan atas ideologi (sekuler) ini pula Barat kemudian bangkit dan menyebarluaskan paham ideologinya –termasuk paham moderat dalam beragama– melalui jalan penjajahan (imperialisme).
Barat kemudian melakukan legitimasi atas sikap moderat ini. Mereka membuat kesimpulan filosofis bahwa segala sesuatu itu memiliki dua ujung dan titik tengah. Titik tengah adalah daerah aman, dan kedua ujung selalu dipahami dengan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan kerusakan. Dari pola berpikir seperti ini, mereka juga menganggap pemahaman radikal dalam beragama adalah sesuatu yang berbahaya.
Celakanya, filosofi  ini  kemudian dianalogkan juga ke agama Islam. Padahal antara agama Islam dan agama Kristen memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Umat Islam akan maju, memiliki identitasnya, dan bangkit saat memegang teguh dengan pemahaman radikal (kuat dan berakar) atas agamanya. Berbeda dengan Barat yang maju dengan melepaskan agama –Kristen– nya (prinsip sekuler).
Oleh muslim pengikut Barat,  titik tengah atau jalan tengah (moderat) ini dipahami memiliki keistimewaan-keistimewaan.  Maka tidak aneh jika kemudian sikap moderat dijadikan solusi dalam ajaran agama Islam.  Mereka juga menyimpulkan beberapa premis bahwa Islam adalah pertengahan antara keyakinan dan peribadatan, Islam itu adalah antara hukum dan akhlak, dan yang lainnya.
Berikutnya dicari  ayat Al Qur’an untuk  melegitimasi pendapat ini. Semisal mamaknai dengan gegabah ayat Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 143.
(وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ٌ)
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam), sebagai umat yang adil dan pilihan, agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian.”
Atas ayat di atas, mereka menyatakan bahwa kedudukan pertengahan umat Islam diambil dari metode (manhaj) dan peraturan hidup (nizham) umat yang bersikap tengah-tengah. Di dalamnya tidak ada sikap berlebih-lebihan ala Yahudi atau sikap meremehkan ala Nasrani. Mereka mengatakan bahwa kata “wasath” artinya adalah adil. Adil menurut sangkaan mereka, adalah pertengahan antara dua ujung yang saling bertentangan. Dengan demikian mereka mengartikan adil dalam konteks “perdamaian” (shulhu) demi mendukung prinsip jalan tengah (moderat).
Padahal makna yan sahih untuk ayat itu adalah bahwa umat Islam itu merupakan umat yang adil.  Sementara itu keadilan (al ‘adalah) adalah termasuk salah satu syarat seorang saksi dalam Islam.  Dengan kata lain, ayat di atas mengandung makna bahwa umat Islam kelak akan menjadi saksi yang adil bagi umat lain (di hari kiamat) karena umat Islam telah menyampaikan risalah Islam kepada mereka.
Jadi dalam Islam sesungguhnya tidak ada yang namanya kompromi (moderat) atau jalan tengah. Sebab Allah SWT –yang menciptakan manusia dan mengetahui hakikat yang tidak mungkin diketahui oleh manusia– adalah Zat yang satu-satunya mampu mengatur kehidupan manusia secara cermat dan teliti yang tidak mungkin dicapai oleh manusia.
Hukum-hukum Allah datang dengan batas-batas yang tegas, dan tidak ada kesan sedikitpun bahwa di dalamnya ada kompromi atau jalan tengah.  Sebab memang tidak ada kompromi atau jalan tengah dalam nash-nash atau hukum Islam. Bahkan sebaliknya, berbagai nash dan hukum Islam sangatlah teliti, rinci, terang, dan jelas batasan-batasannya. Al Qur’an menyebutnya dengan istilah (hudud/batasan) Allah. Firman Allah.
(وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ)
“itulah hukum-hukum Allah; diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui” (Al Baqarah 230).
Karenanya, ide Islam yang moderat, kompromi atau jalan tengah adalah ide yang sangat asing dalam pandangan dan sejarah intelektual Islam.
Ide seperti ini disusupkan ke dalam ajaran Islam oleh orang-orang Barat dan agennya dari kalangan kaum muslimin. Mereka memasukkan ide ini atas nama keadilan dan toleransi. Tujuanya adalah untuk menyimpangkan dan menjauhkan kaum muslimin dari ketentuan dan hukum Islam yang jelas batasannya.
Sekaligus juga ide Islam Moderat ini akan berupaya menjauhkan Umat dari upaya penerapan Islam yang akan memberi rahmat seluruh alam, yakni dengan pelaksanaan syari’ah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah ‘ala Minhaj Nubuwwah.

Presiden Jokowi Adalah Muslim Moderat


Untuk yang ke dua kalinya pak presiden jokowi sholat idul fitri diluar jakarta, setelah di banda aceh tahun lalu kini beliau masih juga sama di tanah sumatera, yakni di tanah minang. Berbeda dari presiden sebelumnya beliau tetap fokus lebih memilih jalan yang berbeda. Mengusung ke arah persatuan bangsa ketimbang diam di jakarta yang terkesan seakan ingin mengurusi ibu kota, membuat pak jokowi langsung melenggang ke padang dengan misi keagamaan yaitu dalam upaya menyatukan umat.
Sangat baik dan tepat sekali tindakan presiden indonesia ini, jika kunjungan kerja seorang bertepatan dengan hari raya pada umumnya sedikit kemungkinan untuk menyamakan kedua acara tersebut di hari yang sama. Namun tidak untuk seorang jokowi, mengingat agenda keluarga terkesan sakral, wajib dan sulit untuk di tinggalkan. Semua itu tak menjadi alasan, ia lebih mempertimbangkan keluarga besar indonesia ketimbang keluarganya sendiri.
Kenapa harus di jakarta ? bukankah tugas mengatur ibu kota sudah ada yang menghandle. Lupakah kita berapa banyak prestasi yang dilakukan ahok, bahkan jauh sebelumnya saat ia menjabat gubernur DKI Jakarta. Barangkali salah satu itu juga yang menjadi dasar, tetapi yang jelasnya jokowi disana selain untuk beribadah sekaligus menyelesaikan agenda kerjanya sebagai kepala negara.
Apresiasi atas tindakan orang nomor 1 di indonesia ini patut di sematkan pada beliau, berkat manuver yang dilakukannya menjadikan tahun ini seluruh ormas islam sepakat tanggal 1 syawal 1437 hijriah jatuh pada hari besok, rabu (06/04/2016). Dan ini menandakan suatu keberhasilan dalam menepis anggapan sebagian orang bahwa NU dan muhammadiyah tidak pernah sepaham.
Kemudian, penempatan sholat idul fitri di padang mengindikasikan bahwa pemerintah sudah mulai mesra bersama muhammadiyah yang notabanenya basisnya ormas islam terbesar ke 2 di indonesia tersebut.
Tapi seiring waktu tidak menutup kemungkinan hal yang kontra akan menyelimuti hari-hari presiden jokowi di padang. Di cap sebagai presiden boros, suka jalan-jalan hingga mencari sensasi pastinya selalu bermunculan di permukaan publik. Situasi semacam ini tergolong lumrah, sebab tidak semuanya isi kepala penduduk rakyat indonesia sama. Namun ekspekti dari masyarakat sekarang sudah dewasa, pendapat seperti demikian hanya orang-orang politik yang mempunyai kepentingan khusus serta di imingi-imingi oleh pihak yang menentang terhadap pemerintah, seperti kelomlok saparatis, organisasi terlarang dan kelompok-kelompok kecil yang berdogma anti pancasila.
Wallahu A’lam.

Hubungi Saya

Hubungi saya di

No hp : 0812 77655 4066
Nama akun FB : Rudi saputra & Rudy Saputra

Yahoo : Meral_27@yahoo.com
Gmail  : Rudikarimun07@gmail.com
Pin BB : D01B72CE

#Alamat rumah di Batu Lipai

Tentang Irudnews

Blog ini merupakan wadah bagi pengembangan mahasiswa dalam beraspirasi yang kritis, memberikan cerita menarik, membentuk berita informatik, ulasan yang lugas, artikel, bentuk proposal, dsb. Karena di peruntukkan khusus untuk mahasiswa sehingga blog ini hanya berisi tentang aktivitas kepemudaan dan kemahasiswaan. Pembahasan yang tersaji sebenarnya bersifat umum. Tidak terikat dengan satu tema, tetapi agar lebih fleksibel sehingga tampilan yang tersedia hanya menerangkan topik-topik yang penting. Seiring waktu bila di anggap perlu, akan di hadirkan topik pendukung di dalam blog ini. Lalu juga dengan keterbatasan penulis, narasumber dan refrensi menjadi faktor pendamping dalam mengelola blog ini.

Bog ini juga terdapat konten yang mengajak untuk ikut berkarya juga. Tutorial blogger adalah salah satunya, bila ingin mempunyai blog dan turuf aktif sebagai penulis pemula maka konten yang terletak di pojok atas blog ini sangat tepat bagi kalian. Kalian mahasiswa yang haus akan ilmu.

Selain itu, bagi rekan-rekan mahasiswa dan pemuda tak terkecuali masyarakat biasa, boleh ikut serta dalam menyumbangkan buah fikirannya ke dalam bentuk berita, artikel, opini, kata mutiara, dan sebagainya. Khusus mahasiswa yang berasal dari karimun atau pun dari luar tetapi berkuliah di kampus karimun, kalian bebas ingin membahas apa saja. Namun unsur yang mengandung SARA harus benar di perhatikan dalam penulisannya, jika ditemukan akan di edit bahkan tidak diterbitkan.

Kemudian, untuk mengenal lebih dalam lagi isi blog ini. Penulis mengharapkan dengan selalu mengunjungi blog Irudnews, maka komunikasi yang intens akan terjalin. Tidak menutup kemungkinan kita akan mengadakn Mou dalam bentuk apa pun.

Berjumpa, Bercerita dan Berbagi Rasa


Setelah 2 tahun berpisah akhirnya disatukan kembali melalui moment ramdhan di tahun 2016. Walau tidak semuanya yang hadir yaitu 700 siswa yang masuk di tahun 2011. Tidak mengecewakan meskipun yang hadir hanya 20 orang mantan siswa SMK N 1 Karimun angkatan 2011.

Segala bualan yang mengandung beberapa genre, hingga lelucon dengan sindiran ala masih berstatus siswa tersaji dalam acara tersebut. Tak ketinggalan uneg-uneg guru yang rindu akan tingkah lakunya siswanya dahulu. Maka pantas jika dalam acara buka bersama kali ini mengangkat tema "berjumpa, bercerita dan berbagi rasa".
Mengutip kata pembuka acara dari ketua panitia. Bahwa dengan acara ini silaturahmi yang hampir putus akan terjalin kembali dan manfaat silaurahmi itu besar. Selain menambah rezeki juga mempanjang umur. Lalu ia juga menekankan, walau kecil tapi harus rutin tiap tahun. dan harapannya ini semoga bisa menjadi pelopor dalam segala acara-acara yang ingin diadakan oleh alumni SMK N 1 Karimun.

Akhirnya cerita telah kita bagi semua di dalam acara buka bersama di GS. dan saya sebagai penulis sudah membagikan beberapa kisah di acara tersebut kepada pembaca setia blog saya. Tujuan awalnya diperuntukkan bagi alumni SMK N 1 Karimun angkatan 2011 yang tidak bisa hadir dikarenakan beberapa hal. Namun dalam tulisan ini tidak ada yang namanya diskriminasi, semuanya sama. Siapa saja bisa menikmati tulisan yang ada blog ini.

Salam hangat :)

*Di bawah adalah foto-foto dalam kegiatan buber di GS





 



Kenapa Anda Harus Ikut PMII


Profil Kita

Tentang Irudnews

Blog ini merupakan wadah bagi pengembangan mahasiswa dalam beraspirasi yang kritis, memberikan cerita menarik, membentuk berita yang edukatif, ulasan yang lugas, artikel, bentuk proposal, dsb. Karena di peruntukkan khusus untuk mahasiswa sehingga blog ini hanya berisi tentang aktivitas kepemudaan dan kemahasiswaan. Pembahasan yang tersaji sebenarnya bersifat umum, tidak terikat dengan satu tema. Tetapi agar lebih fleksibel sehingga tampilan yang tersedia hanya menerangkan topik-topik yang penting. Seiring waktu bila di anggap perlu, akan di hadirkan topik pendukung di dalam blog ini. Lalu juga dengan keterbatasan penulis, narasumber dan refrensi menjadikan faktor dalam mengelola blog ini secara profesional.

Blog juga mengajak bagi mahasiswa dan pemuda tak terkecuali masyarakat biasa, untuk ikut serta dalam menyumbangkan buah fikirannya ke dalam bentuk berita, artikel, opini, kata mutiara, dan sebagainya. Khusus mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Karimun atau pun berasal dari daerah luar tetapi berkuliah di Kabupaten Karimun, kalian bebas ingin membahas apa saja. Namun tulisan yang mengandung SARA harus benar dan di perhatikan dalam penulisannya, jika ditemukan akan di edit ulang bahkan tidak dipublikasian.

Kemudian, untuk mengenal lebih dalam lagi isi blog ini. Penulis mengharapkan dengan selalu mengunjungi blog Irudnews.blogspot.com, maka komunikasi yang intens akan selalu terjalin.