Bila engkau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka Menulislah. [Imam Al Ghazali]

Asmara Berkecamuk


Dia tidak manis dan juga cantik. Tapi dia bulat, berhijab dan berkacamata. Rupanya biasa tapi cuitannya luar biasa, bagi saya paras yang cantik tidak begitu hebat jika belum menguasai bahasa.

Bahasa tubuh, bahasa hati dan bahasa mata. Dan dia menguasai bahasa ibu pula, kata-katanya bersinar, goresan tintanya menyilau, bak penulis ulung mengenakan jubah mutiara. Terang benderang membuat aku ingin mendekati cahayanya.

Tak salah kita berteman di dunia maya. Tapi salah besar jikalau kita tidak pernah berjumpa di alam nyata.

#manusiabiasa

Cas Iman Dengan Mengenal Majelis Dzikrul Ghofilin


Dalam dunia gerakan (mahasiswa) segala pencapaian yang telah diraih tidak terlepas dari tokoh central dan pendirinya. Mengenal mereka maka tidaklah rugi.

Mahbub Djunaidi namanya, semua keluarga PMII pasti mengenal atas jasanya. Satu lagi, malam ini kami disuguhkan sebuah nama seorang tokoh, dan ulama. Dalam dunia dakwah beliau dikenal dengan sebutan Gus Miek. Jasanya luar biasa, membuat majelis ilmunya hidup hingga kini meskipun jasadnya sudah tiada.

Dulu, Dzikrul Ghofilin memulai kegiatannya di Surabaya, yang hanya diikuti oleh beberapa orang hingga menjadi belasan orang jama’ah. Tempat kegiatannya berpindah-pindah dari jama’ah yang satu ke jamaa’ah yang lainnya. Disinipun sama, berpindah - pindah dari rumah jamaah ke jamaah lainnya.

- Sejarahnya -

Awal kemunculan “Dzikrul Ghofilin” bermula sejak tahun 1960, yang digagas oleh tiga kiai yakni, Kiai Hamid Pasuruan, Kiai Hamim Jazuli (Gus Miek), dan Kiai Achmad Shiddiq. Tiga kiai tersebut sudah dikenal oleh banyak kalangan khususnya dikalangan warga NU. Kiai Hamid Pasuruan dikenal sebagai kiai yang memiliki kemampuan spiritual tinggi. Selain dikenal mempunyai kemampuan spritualitas yang tinggi, Mbah Hamid juga dikenal oleh masyarakat sebagai seorang waliyullah, kekasih Allah yang sampai saat ini pesareannya setiap hari dipenuhi oleh para peziarah.

Inti ajaran Dzikrul Ghofilin adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan cara berdzikir. Menurut Gus Miek, fadhilah utama Dzikrul Ghofilin adalah murni tujuan akhirat, murni kebahagiaan di akhirat, dan biasanya orang yang benar-benar menata akhiratnya urusan duniawinya juga akan ikut tertata. Dengan demikian, cara termudah menurut Gus Miek adalah dengan mencintai para kekasih Allah dan orang-orang yang shaleh. Jika kita mencintai auliya’ kekasih Allah, dan sholihin orang-orang shaleh, maka besok kita akan dikumpulkan bersama mereka.

Sumber : www.nu.or.id

Documen Foto :





Ironi ! Sulitnya Menghapus 'Politic Money'

Saat Menjadi Relawan Demokrasi

Sejak awal pemilu indonesia dimulai politik uang sudah tidak bisa ditawari lagi keberadaannya. Melejit lebih tinggi dari pada kempanye 'tolak politik uang'. Padahal penyelenggara dan peserta pemilu mengetahui bahwa politik uang adalah pelanggaran pemilu. Namun tidak dipungkiri hal ini menjadi pembiaran karena ada beberapa hal. Satu diantara penyelenggara tidak tahan godaan.

Dilain pihak perlawanan dari para aktivis mulai melemah, sikap kritis masyarakat terhadap transaksi politik uang menurun karena ketidakberdayaan mereka dengan kesulitan hidup sehari-hari. Sikap apatis masyarakat ini sering disalah tafsirkan sebagai budaya rakyat menerima segala bentuk politik uang. Yang benar rakyat benci dengan menerima politik uang tetapi tidak berdaya.

-- --

Yang terjadi di Karimun

Salah satu caleg gagal mengirimkan pesan messenger kepada penulis. Isinya curhat, beliau tidak kuat lagi melihat politik uang merajalela di pemilu tahun ini. Hingga sampai beliau dan beberapa tim pemenangan mengajak seluruh masyarakat untuk mengusut masalah ini secara bersama ke Bawaslu daerah.

Katanya, Bawaslu harus diberi masukan khususnya pada sistem kerjanya. Bukan hanya menunggu laporan dari masyarakat, namun pro aktif dengan melacak, investigasi bau busuk terjadinya money politic yang banyak diperbincangkan masyarakat luas.

IRONI !!
Negeri Sarangnya Korupsi !!

MARIN Nusantara Desak KPU Masukan Maritim Dalam Tema Debat Pilpres 2019


Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tema dan jadwal debat Pilpres 2019. Tema ini terbagi menjadi lima sesi menuju, 17 April 2019.

Debat ke 1 : Hukum, HAM, Korupsi, Terorisme, pada 17 januari 2019.

Debat ke 2 : Energi dan Pangan, SDA dan lingkungan hidup, infrastruktur, pada 17 februari 2019

Debat ke 3 : Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial dan Kebudayaan, pada 17 maret 2019

Debat ke 4 : Ideologi, Pemerintahan, Hankam, Hubungan Internasional, pada 30 maret 2019

Debat ke 5 : Ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, perdagangan dan industri, jadwal belum ditetapkan oleh KPU.

Menanggapi konten tema dalam debat tersebut, Direktur Maritim Research Institute (Marin Nusantara) Makbul Muhammad angkat bicara, "saya sangat menyesalkan keputusan KPU yang tidak memasukan maritim dalam konten tema debat pilpres 2019 nanti".

"Iya setelah saya melihat tema dan jadwan yang dipilih oleh KPU, ternyata KPU tidak memasukan maritim dalam konten tema debat pilpres 2019", beber Makbul melalui siaran persnya kepada awak media di Jakarta (Sabtu,05/01/19).

Menurut Makbul, "debat inikan bertujuan agar publik mengetahui penjelasan visi misi dan program calon pemimpin Indonesia 5 tahun kedepan, ya mestinya sektor-sektor strategis negara perlu menjadi bahan perdebatan, seperti KPU memasukan sektor pangan, energi, seharusnya maritim juga dimasukkan".

Lanjut Makbul, "dalam momentum debat nanti pasangan kandidat nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebagai kandidat petahana bisa menjelaskan bagaimana capaian kinerjanya dalam membangun kemaritiman Indonesia, apa tantangan dan kendalanya, dan bagaimana kebijakan selanjutnya 5 tahun kedepan ketika pasangan ini terpilih kembali. Bagitupun dengan pasangan kandidat nomor urut 02 Prabowo-Sandi, bagaimana kebijakan kemaritimannya nanti ketika terpilih, apalagi pasangan nomor urut 02 ini belum banyak mengelaborasi bagaimana visi dan program maritimnya".

"Indonesia ini negara berbasis kepualauan dan isu maritim ini sudah menjadi isu strategis dunia, hampir semua negara-negara maju memiliki maritime policy atau ocean policy nya, nah melalui debat ini publik akan mengetahui bagaimana kebijakan kemaritim negara Indonesia 5 tahun kedepan", tegas magister keamanan maritim Universitas Pertahanan ini.

Makbul berharap KPU bisa lebih bijak dalam menentukan konten tema debat yang sesuai dengan letak geografis negara Indonesia, dan mendesak KPU untuk segera merevisi konten tema debat untuk memasukan maritim sebagai konten tema debat nanti, tutupnya.

Sumber : Makbul Muhammad ST., M. Han

Tips Menulis Ala Rudi


Terimakasih masih setia menjadi pembaca setia di blog saya. Hari ini tulisan saya berbeda dari yang biasanya, kali ini saya ingin mengulas bagaimana bisa menulis khususnya bagi kaula muda. Kenapa saya mau menulis tentang ini ? Karena besok adalah hari dimana pertama kali di tahun 2019 saya kembali ke sekolah pasca menghadir acara reuni alumni 2018 lalu. Besok juga kedatangan saya di SMK N 1 Karimun adalah hari yang amat spesial, semoga saja menjadi tonggak sejarah awal berdirinya komunitas penulis pemula yang saya beri nama Forum Literasi Karimun. Berdiri sejak setahun lalu tapi belum eksis secara eksklusif, amin. Semoga Allah mengabulkan cita-cita mulia ini.

Baiklah, sekarang untuk menulis itu konon susah-gampang. Artinya kadang susah kadang gampang. Dan bisa dibilang susahnya ketika tidak ada mood mau menulis dan gampangnya itu ketika ada mood untuk menulis. Mengenai metodenya, semua orang mempunyai cara masing-masing. Tidak ada aturan baku yang mampu membuat anda mahir. Bahkan para penulis ternama memiliki budaya yang berbeda jika berbicara bagaiman mereka mengenal dunia menulis.

Akan tetapi, suatu hal yang pasti dari semua tulisan dan apa yang telah disampaikan oleh beberapa penulis hebat. Membaca adalah hal terpenting, nyawa dari sebuah pergerakan otak yang diimplementasikan melalui goresan tinta oleh tangan. Saya pun sepakat, membaca adalah kunci pertama sebelum membuka pintu jalan untuk menulis lebih jauh. Setelah itu barulah kita konsisten dengan membuat alur/manajemen waktu sendiri yang sesuai dengan type atau gaya kita sendiri.

Sebagai tambahan referensi, saya bagikan tips menulis ala pribadi :
1. Membaca dengan waktu konsisten
    a. buku di perpustakaan
    b. Koran dan majalah
    c. Internet : Hobby membaca feature/tema, misalkan ; produk HP, berita bola, dll.
   d. Internet, misalkan ; pdf, makalah, dll.

2. Menulis Diary setiap hari
    Kalau belum bisa setiap hari, mencari waktu yang tepat untuk menulis agar tidak terganggu dengan waktu pekerjaan.

3. Evaluasi
    Evaluasi tulisan melalui ;
    a. Pelajari ejaan Bahasa Indonesia
    b. Pelajari bahasa baku
    c. Pelajari kata penghubung
    d. Pelajari perbedaan kalimat pembuka, awal, isi dan penutup, dll.
   c.  Semingu/sebulan/setahun sekali membaca ulang tulisan.

4. Eksekusi
    a. Menulis di buku diary
    b. Menulis di internet

6. Bergabung bersama komunitas
    Forum sendiri atau forum orang lain (seminar, talkshow, dsb)

Bukti Mahasiswa Maritim Ada di Produk Ilmiahnya


Poros Maritim Dunia bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim. Banyak sekali aspek yang ingin ditingkatkan dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Paling mentereng adalah revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim. Namun tulisan ini tidak membahas tentang itu secara detail. Sebab penulis lebih tertarik pada peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, karena manusialah yang menjadi objek dan subjek dari segala sesuatu eksitensi dunia ini, sehingga peranannya begitu vital dalam pembangunan indonesia pada platfrom maritim.

Pembangunan Poros Maritim meliputi lima pilar, salah satunya membangun budaya maritim Indonesia. Budaya yang saya artikan sendiri ialah pikiran; akal budi yang sulit dirubah karena kebiasaan. Budaya kemaritiman belum 100 ℅ penuh dilakukan rakyat indonesia, berbagai cara dilakukan pemerintah kita dan rakyatnya. Salah satunya melalui tulisan ini, semoga budaya yang saya maksud mengakar pada semangat kita dalam memajukan maritim di KEPRI, entah apapun itu caranya. Terpenting proses harus dilalui dengan tahap demi tahap.

Saya menilai Pemerintah Daerah kita sudah melakukan sebuah tahapan yang baik, dalam hal ini Dinas Perhubungan Provinsi KEPRI. Harus kita apresiasi, karena telah berhasil memenangkan perkara sehingga berhak untuk memungut retribusi atas pemanfaatan ruang laut pada sidang lanjutan penyelesaian sengketa peraturan perundang-undangan melalui jalur nonlitigasi yang digelar di Direktorat Peraturan Perundangan-undangan Kementerian Hukum dan HAM RI di Jakarta.

Atas kinerja mereka ini perlu kita contohi bersama. Yakni semangat mereka dalam memperjuangkan aspirasi rakyat -salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi- untuk kemakmuran dan kemajuan daerah. Bahkan semangat yang ingin kita contohi secara sadar telah menjemput mereka untuk lebih leluasa dalam mengelola laut KEPRI ini, alih-alih berjuang dalam tataran birokrasi mereka pun nantinya tentu akan perlu masukan dan dari kalangan mahasiswa.

Namun, masalahnya mahasiswa lupa dengan potensi lautan yang ada, jelas sudah ini menjadi sebuah hal yang urgen. Kesadaran tempat yang telah lama diduduki belum terasa, masih banyak orientasi generasi di KEPRI menutup mata dan telinga untuk menyelami laut KEPRI yang kaya ini. Jangan sampai kita yang notabane "anak tempatan" tidak ikut andil dalam memajukan laut hanya karena masalah orientasi.

Kita akui bersama SDM di KEPRI belum memadai untuk menangani persoalan laut, orientasi pembangunan lebih terpusat pada alokasi sumber daya pembangunan di darat. Padahal, dari sisi potensi ekonomi, tidak sedikit wilayah laut menjadi pundi-pundi rupiah. Seperti yang diperjuangkan Pemrov KEPRI barusan saya ulas di atas, persoalan ruang laut. Spesifiknya, lego jangkar yang sekarang sudah resmi dikelola Pemerintah Provinsi KEPRI, disasar akan meraup untung Rp 60 Milliar dan masuk ke PAD.

Jumlah uang yang sebanyak itu, sebaiknya nanti tidak hanya dialokasikan kepada sektor pembangunan di darat tapi tetap memikirkan laut dan SDM KEPRI yang paling utama. Sehingga, PAD dari lego jangkar saja yang ditargetkan 60 Milliar, dengan adanya SDM yang berkualitas nantinya bukan tidak mungkin pemerintah mematok lebih dari itu.

Mau tidak mau, menempatkan laut sebagai prioritas dari pembangunan ekonomi Provinsi KEPRI harus diimbangi dengan pembangunan SDM. Maka saya lebih menitikberatkan pada aspek pendidikan. Dimana laut menjadi sebuah tema besar dalam khazanah keilmuan maritim di indonesia khususnya di Bumi Segantang Lada ini.

Politeknik Maritim yang pernah didengungkan pejabat hanya buaian belaka. Padahal harapan besar tertumpu pada perguruan tinggi tersebut. Agar SDM di KEPRI mampu bersaing dengan daerah lainnya, apalagi mampu mengungguli daerah yang dominannya daratan.

Jika Politeknik yang kita harapkan tidak pernah terjadi, masih ada cara lain untuk membangun daerah ini dari sisi pendidikan. Melalui gerakan persuasif  "gaung" mahasiswa yang mengarah kepada tatanan produk-produk ilmiah di setiap Perguruan Tinggi KEPRI. Seperti diskusi - diskusi, menulis artikel, novel (non ilmiah) hingga kajian ilmiah ; seminar, kuliah umum, riset, skripsi, tesis, disertasi, dsb.
Selain itu, harapannya agar kita tidak miskin karya akan keilmuan maritim.

Sebab selama ini, narasi-narasi ilmiah berkaitan maritim hanya tergolong pada jurusan yang sudah lama kita kenal dengan laut. Misalkan ; Ilmu Kelautan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Teknologi Hasil Perikanan, Teknik Perkapalan, Budidaya Perairan, dsb.

Jurusan seperi Hubungan Internasional, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Komunikasi, Planologi Pendidikan Guru SD dan jurusan dominan yang mengarah ke tatanan darah sangat sedikit bersingguhan dengan laut. Hal ini bisa kita liat hanya beberapa para pegiat maritim di KEPRI diluar jurusan tersebut tidak lebih hanya eksitensi. Saya fikir kita harus keluar dari zona aman, jadi kegiatan mahasiswa KEPRI sudah menuju ke arah pendidikan maritim bahkan konsep pembangunan konkrit yang targetnya menjadi referensi pemerintah.

Bahkan jauh ke atas pasca mengenyam bangku kuliah, LSM, OKP atau lembaga riset kemaritiman pun menurut sepaham saya tidak ada di KEPRI ini. Padahal, kita dikelilingi perairan yang amat begitu luas dan berdekatan dengan salah satu selat tersibuk di dunia. Artinya daerah ini hanya 4 ℅ saja ditumbuhi tanah dengan harta alam dibawahnya, sisanya 96 ℅ adalah air beserta harta karunnya yang belum tereksploitasi semua.

Akhirnya 5 tahun ke depan keadaan KEPRI akan tetap begini saja. Para pengambil kebijakan di tingkat pusat dan daerah niscaya lebih berorientasi ke darat dari pada sektor laut. Kini, saatnya kita generasi masa depan KEPRI alihkan pandangan jauh untuk bangsa dan daerah ini. Memulai dari orientasi kemaritiman pada produk-produk ilmiah kita, baik itu di tataran kampus atau pun di organisasi.

Sehingga berkorelasi ke arah pembangunan di masa kita mendatang, dari pembangunan yang semata berbasis daratan (Land based development) menjadi lebih berorientasi kepada pembangunan berbasis kelautan (Ocean based development).

Rudi Saputra
Mahasiswa Universitas Karimun
Jurusan Manajemen Kepelabuhanan dan Pelayaran
Pegiat Maritim pada Isu - isu Lokal dan Nasional

Kolaborasi PMII Bersama Pengamen Jalanan

Foto Kegiatan



Dibawah berikut video kegiatan


Tanggap Bencana, PMII Bantu Donggala dan Palu



PMII Karimun yang terdiri dari pengurus cabang dan komisariat melakukan penggalangan dana korban gempa dan tsunami di Donggala Palu, Minggu (30/9/2018) di Tanjung Balai Karimun pada pukul 10.21 WIB sampai pukul 19.00 WIB.

Aal Aulia yang memimpin langsung jalannya kegiatan mengatakan, bahwa penggalangan dana yang hari ini kami lakukan untuk korban gempa di Donggala, Palu. Hal ini juga sesuai instruksi Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kepada seluruh pengurus cabang yang ada di Indonesia.

Mereka turun dengan beberapa kader dari Komisariat Universitas Karimun dan STIE Cakrawala Karimun dengan masing-masing dipimpin oleh ketuanya. "Bersama para ketua Komisariat kita turun ke jalan dengan lebih banyak dari yang sebelumnya dan juga agak lama, sekitar pukul 19.00 WIB kita selesai." Ujar Ketua Cabang PMII Karimun ini.

Tambahnya, "kita turun ingin meringankan beban saudara kita, musibah ini bukan hanya tanggung jawab mahasiswa saja tapi juga rakyat indonesia untuk saling membantu agar tidak terpuruk dalam suasana duka."

Lalu Ketua PMII Komisariat Endang Tri Wahyuni saat mengkoordinir di simpang RSUD mengatakan, inilah saat yang tepat untuk berbuat baik kepada masyarakat. "Penggalangan dana ini kami anggap sebagai awal yang baik dari kegiatan komisariat PMII Universitas Karimun."

Sementara itu, tidak ingin kalah dengan kompatriotnya, Ketua Komisariat PMII STIE Cakrawala mengaku bangga, karena sejak berita di Donggala dan Palu, PMII cukup tanggap soal bencana alam. "Kolaborasi Cabang dan Komisariat atas respon PB terhadap bencana di sana adalah bentuk kepekaan kita yang langsung diimplementasikan bersama."

Lalu beberapa titik yang menjadi tempat penggalangan dana selain simpang lampu merah RSUD Muhammad Sani, juga di lakukan di persimpangan lampu merah Sei Lakam, Costal Area dan Pasar Maimun, kemudian dana yang berhasil dari kegiatan tersebut terkumpul sekitar 6 juta-an. (Red)